
PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) memastikan aktivitas akademik dan administrasi tetap berjalan meski dosen dan pegawai melaksanakan Work From Home (WFH) akibat kondisi kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya.
Dekan FISIP-ADKOM UMPR, Dr. Rita Rahmaniati, M.Pd, mengatakan kebijakan WFH merupakan tindak lanjut dari surat edaran universitas sebagai upaya melindungi kesehatan dosen dan tenaga kependidikan di tengah menurunnya kualitas udara akibat bencana kabut asap.
“Pelaksanaan WFH ini merupakan langkah yang diambil universitas untuk menjaga keselamatan dan kesehatan dosen maupun pegawai. Namun demikian, seluruh tugas dan tanggung jawab tetap harus dilaksanakan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).
UMPR sebelumnya menetapkan pelaksanaan WFH bagi dosen dan pegawai pada 22 hingga 25 September 2026. Kebijakan tersebut diberlakukan menyusul kondisi kualitas udara yang dinilai berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.
Rita menegaskan, meskipun bekerja dari rumah, koordinasi antarunit kerja di lingkungan kampus tetap berjalan normal dengan memanfaatkan teknologi komunikasi daring.
“Koordinasi tetap berjalan. Rapat-rapat yang sebelumnya sudah dijadwalkan tetap dilaksanakan secara daring melalui Zoom atau platform lainnya sehingga pelayanan dan aktivitas kelembagaan tidak terhambat,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan sistem kerja fleksibel selama masa WFH menjadi solusi agar roda organisasi dan pelayanan akademik tetap berlangsung tanpa mengabaikan aspek kesehatan sivitas akademika.
Dia menjelaskan, setiap dosen dan pegawai tetap diwajibkan memenuhi target pekerjaan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Selain itu, komunikasi dengan mahasiswa maupun sesama rekan kerja juga terus dilakukan secara daring.
“Yang terpenting adalah produktivitas tetap terjaga. Meskipun bekerja dari rumah, pelayanan kepada mahasiswa dan kegiatan administrasi harus tetap berjalan dengan baik,” tegasnya.
Rita berharap kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya segera membaik sehingga aktivitas perkuliahan dan pekerjaan dapat kembali berlangsung secara normal.
“Kami berharap situasi kabut asap segera berakhir. Keselamatan dan kesehatan sivitas akademika menjadi prioritas, namun kualitas layanan pendidikan juga harus tetap dijaga,” tutupnya. (adr)
