
PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) terus memperkuat jejaring kemitraan dengan berbagai instansi pemerintah. Salah satunya melalui audiensi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan pada Senin (10/8/2026).
Audiensi tersebut membahas peluang kerja sama antara kedua pihak, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa melalui program magang dan kegiatan akademik lainnya.
Wakil Dekan FISIP-ADKOM UMPR, Dr. (Cand) Milka, S.Sos., M.A.P., mengatakan bahwa kerja sama dengan instansi pemerintah menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas lulusan yang siap menghadapi dunia kerja.
“Melalui audiensi ini, kami membahas berbagai peluang kolaborasi dengan Disdagperin Kalimantan Tengah, salah satunya terkait penempatan mahasiswa untuk melaksanakan program magang. Kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Milka, program magang tidak hanya memberikan pengalaman praktik bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Dia menjelaskan bahwa FISIP-ADKOM UMPR memiliki sejumlah program studi yang relevan dengan tugas dan fungsi Disdagperin, seperti Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, dan bidang sosial lainnya. Karena itu, peluang kerja sama dinilai sangat terbuka untuk dikembangkan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga mampu melihat secara langsung bagaimana proses pelayanan publik, penyusunan program, hingga pelaksanaan kebijakan di lapangan,” katanya.
Selain membahas program magang, kedua belah pihak juga menjajaki kemungkinan kerja sama lain yang dapat mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
Milka menuturkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kemampuan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan daerah.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman dan wawasan baru, sementara instansi juga dapat berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia di daerah,” ungkapnya.
Dia berharap hasil audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret sehingga memberikan dampak positif bagi mahasiswa maupun pengembangan kelembagaan kedua institusi.
Dengan adanya rencana kerja sama tersebut, FISIP-ADKOM UMPR menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra strategis guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah. (adr)
