
PALANGKA RAYA – Mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Enjang Dwi Hapsari, berhasil mengharumkan nama kampus setelah terpilih sebagai salah satu peserta program “Satu Hari Bersama Gubernur Kalimantan Tengah”.
“Keikutsertaan ini berawal dari ketertarikan saya setelah melihat informasi program melalui media sosial. Dalam proses seleksi, para peserta diminta menulis esai sesuai tema pilihan, dan saya memilih tema kebudayaan yang saya rasa sangat dekat dengan kehidupan serta latar belakang saya di bidang fashion,” kata Enjang, Minggu (7/6/2026).
Dalam esai yang disusunnya, Enjang mengangkat tema pelestarian dan pengenalan batik benang bintik sebagai salah satu identitas budaya khas Kalimantan Tengah yang dinilai memiliki potensi besar untuk lebih dikenal masyarakat luas.
“Melalui esai yang saya tulis, saya berharap batik benang bintik dapat semakin dikenal dan menjadi identitas budaya Kalimantan Tengah yang kuat di mata masyarakat luas,” ujarnya.
Menurut Enjang, masih terdapat anggapan di masyarakat bahwa batik hanya cocok digunakan pada acara formal dan identik dengan motif-motif dari daerah lain, sehingga perlu ada upaya untuk memperkenalkan kekayaan motif lokal kepada generasi muda.
“Saya memilih tema ini karena ingin menulis sesuatu yang benar-benar saya pahami dan saya jalani, bukan hanya sekadar untuk kebutuhan seleksi saja,” tuturnya.
Dia menjelaskan, untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya daerah, diperlukan pendekatan yang lebih kreatif melalui pemanfaatan media sosial, pelaksanaan workshop budaya, kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, serta penyelenggaraan kelas edukasi budaya.
“Melalui cara-cara yang lebih dekat dengan anak muda, saya berharap rasa cinta terhadap budaya lokal dapat tumbuh sejak dini dan terus berkembang,” jelasnya.
Setelah melewati tahap penilaian esai dan berhasil masuk dalam 10 besar peserta terbaik se-Kalimantan Tengah, Enjang melanjutkan seleksi wawancara hingga akhirnya terpilih menjadi satu dari tiga peserta terbaik yang berkesempatan mengikuti program tersebut bersama Gubernur Kalimantan Tengah.
“Saya berharap program ini tidak hanya menjadi seremoni atau sebatas penulisan esai, tetapi dapat menjadi awal kolaborasi nyata antara anak muda dan pemerintah. Saya juga berharap jika nantinya ada sesi kedua, program ini bisa terus berkembang dan menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya. (adr)
