Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Administrasi dan komunikasi

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Kaprodi Baru Ilmu Administrasi Publik UMPR Fokuskan Digitalisasi dan Adaptasi Dunia Kerja

Source: Humas FISIP-ADKOM

PALANGKA RAYA – Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), Dr. (cand) Shollahuddin Shoum Abdurrohman, S.Sos., M.A.P., resmi menjabat sejak 17 Januari 2026 seiring dengan pelantikan dan pemindahan jabatan struktural di lingkungan UMPR.

Dia menyampaikan bahwa amanah sebagai Kaprodi menjadi momentum untuk mengarahkan Prodi Ilmu Administrasi Publik agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kebijakan publik yang dinamis.

“Tujuan utama Prodi Ilmu Administrasi Publik sejak awal adalah melahirkan ahli di bidang publik, baik pelayanan publik maupun kebijakan publik, sehingga arah pengembangan prodi harus selalu selaras dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Dia menjelaskan, perkembangan kebijakan publik saat ini tidak dapat dilepaskan dari kemajuan teknologi, khususnya digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Oleh karena itu, ke depan Prodi Ilmu Administrasi Publik akan diarahkan pada penguatan keahlian kebijakan publik yang didukung pemanfaatan digitalisasi dan AI, tanpa meninggalkan substansi keilmuan administrasi publik itu sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, dia menegaskan bahwa penguatan teknologi tersebut tetap berpijak pada karakter khas Prodi Ilmu Administrasi Publik UMPR, yakni nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Ciri khas prodi tetap kami jaga, khususnya nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara akademik dan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan etika yang kuat,” lanjutnya.

Di bawah struktur kepemimpinan yang baru, Shollahuddin berharap Prodi Ilmu Administrasi Publik dapat berkembang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman.

“Harapannya prodi ini bisa lebih peka terhadap perkembangan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali kemampuan praktis untuk mengisi kebutuhan nyata di masyarakat,” tutupnya. (adr)