Fakultas Ilmu Sosial, Politik,
Administrasi & komunikasi

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

FISIP-ADKOM UMPR Maknai HUT RI Ke-81 sebagai Momentum Perkuat Kesadaran Politik dan Kepedulian Sosial

Source: Humas FISIP-ADKOM UMPR

PALANGKA RAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat kesadaran politik dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi, dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR), Dr. Rita Rahmaniati, M.Pd, usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT RI Ke-81 diikuti seluruh civitas akademika Perguruan Muhammadiyah Palangka Raya pada Senin (17/8/2026).

Menurut Rita, peringatan kemerdekaan tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Lebih dari itu, HUT RI harus menjadi refleksi bersama tentang bagaimana nilai-nilai kemerdekaan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Makna kemerdekaan hari ini bukan hanya terbebas dari penjajahan fisik, tetapi bagaimana masyarakat mampu berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta ikut menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, sebagai institusi pendidikan yang membidangi ilmu sosial, politik, administrasi, dan komunikasi, FISIP-ADKOM UMPR memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa agar mampu menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Kesadaran politik yang dimaksud bukan sekadar memahami proses pemilu atau kebijakan pemerintah, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kepedulian terhadap isu-isu publik dan berani memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.

Rita menilai tantangan bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi informasi, polarisasi sosial, hingga berbagai persoalan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, generasi muda harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan dialog, toleransi, dan semangat gotong royong.

Menurutnya, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial melalui peningkatan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai solidaritas yang menjadi karakter bangsa Indonesia perlu terus dirawat agar tidak tergerus oleh individualisme.

“Bangsa yang kuat bukan hanya karena sistem politiknya berjalan baik, tetapi juga karena masyarakatnya memiliki rasa empati, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan yang tinggi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kampus dapat menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan yang mendukung kemajuan bangsa.

Rita berharap momentum HUT RI Ke-81 dapat menjadi sarana refleksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta memperkuat komitmen dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

“Peringatan kemerdekaan hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan sesuai bidang dan perannya masing-masing. Dengan kesadaran politik yang sehat dan kepedulian sosial yang tinggi, kita dapat bersama-sama mewujudkan cita-cita bangsa,” tutupnya. (adr)