Fakultas Ilmu Sosial, Politik,
Administrasi & komunikasi

Universitas Muhammadiyah Palangka Raya

Diskominfosantik Kalteng Ajak Mahasiswa FISIP-ADKOM UMPR Cerdas Hadapi Hoaks di Ruang Digital

Source: Humas FISIP-ADKOM UMPR

PALANGKA RAYA – Perkembangan teknologi informasi dan media sosial menuntut generasi muda memiliki kemampuan literasi digital yang baik. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah, Erwindy, S.STP., M.Si., saat menjadi narasumber dalam kuliah umum bertema “Sinergi Birokrasi dan Partisipasi Publik di Ruang Digital” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (FISIP-ADKOM UMPR) di Aula Kampus I UMPR, Kamis (10/9/2026).

Dalam pemaparannya, Erwindy menjelaskan peran strategis pemerintah dalam menangkal disinformasi, hoaks, dan isu sensitif yang beredar di ruang digital.

Dia menilai mahasiswa memiliki posisi penting sebagai agen literasi digital yang mampu membantu menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus informasi saat ini.

Menurut Erwindy, tingginya antusiasme mahasiswa selama kegiatan menunjukkan bahwa isu media sosial dan penyebaran informasi masih menjadi perhatian besar di kalangan generasi muda.

“Jadi dari sisi respon mahasiswa, pertanyaan, keaktifan, interaksi hari ini sangat bagus. Jadi saya melihat memang adik-adik mahasiswa baru ini betul-betul semangat dan tertarik dengan isu-isu media sosial, isu-isu informasi hoax, karena itu memang betul-betul ramai saat ini di media sosial kita,” ujarnya.

Dia menambahkan, kemampuan memilah informasi menjadi keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan informasi, serta tanggung jawab dalam memproduksi maupun menyebarkan konten.

Dekan FISIP-ADKOM UMPR, Dr. Rita Rahmaniati, M.Pd., mengatakan tema yang diangkat dalam kuliah umum tersebut sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini.

Dia menilai pemahaman mengenai literasi digital dan pengelolaan informasi publik menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa di era transformasi digital.

“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis dan literasi digital yang baik agar mampu menjadi pengguna media yang bijak sekaligus turut berkontribusi menciptakan ruang digital yang sehat,” katanya.

Rita berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Melalui kuliah umum tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai birokrasi pemerintahan, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital. (adr)