Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Administrasi dan komunikasi

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

FISIP-ADKOM UMPR Gandeng Disdik Kalteng Gelar Praktisi Mengajar, Dorong Mahasiswa Adaptif dan Berkarakter

Source: Humas FISIP-ADKOM UMPR

PALANGKA RAYA – Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi dan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (FISIP-ADKOM UMPR) menggelar kegiatan Praktisi Mengajar dengan menggandeng Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah sebagai upaya memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengalaman praktis.

Dekan FISIP-ADKOM UMPR, Dr. Rita Rahmaniati, M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai memberikan nilai tambah bagi mahasiswa.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, meskipun lintas keilmuan, tetapi kombinasinya sangat luar biasa,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membuka perspektif baru bagi mahasiswa dalam memahami dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

Dia menambahkan, mahasiswa perlu mulai membangun kesiapan menghadapi dunia kerja sejak masih berada di bangku kuliah.

“Harapan saya, wawasan mahasiswa itu terbuka, kemudian bisa adaptif terhadap dunia kerja dimulai dari sekarang, saat menjadi mahasiswa, bukan hanya ketika nanti lulus,” tuturnya.

Rita menekankan, selain kemampuan akademik, mahasiswa juga harus memiliki karakter dan keterampilan yang menjadi bekal utama setelah lulus.

“Kemudian yang paling penting itu ketika kuliah maupun menjadi lulusan adalah menjadi lulusan yang terkarakter dan memiliki keterampilan,” tegasnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, M. Reza Prabowo, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Reza mengangkat tema kebijakan pendidikan di era disrupsi yang menekankan pentingnya ketepatan di tengah kecepatan dan komunikasi publik.

“Temanya luar biasa, yaitu kebijakan pendidikan di era disrupsi untuk menjaga ketepatan di tengah kecepatan dan komunikasi publik,” katanya.

Dia menjelaskan, perkembangan digitalisasi telah mengubah sistem administrasi dari yang sebelumnya manual menjadi berbasis teknologi.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam pengelolaan data.

“Walaupun sekarang kita sudah dibantu digitalisasi, jika tidak disiplin dalam pencatatan, itu justru akan menyusahkan di masa yang akan datang,” pungkasnya. (adr)