Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Administrasi dan komunikasi

Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Pimpinan Baru FISIP-ADKOM UMPR Fokus Jalankan Administrasi dan Tingkatkan Kualitas Akademik

Source: Humas FISIP-ADKOM

PALANGKA RAYA – Pergantian struktural yang berlangsung sejak 17 Januari 2026 menjadi momentum awal pembenahan menyeluruh di Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR).

Wakil Dekan FISIP-ADKOM, Dr. (cand) Milka, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Dekan baru, Dr. (cand) Rachmat Hidayat, S.H., M.I.Kom., roda organisasi fakultas langsung bergerak cepat menyesuaikan ritme kerja yang telah ditetapkan.

“Karena pimpinan tertinggi fakultas sudah berlari, maka kami sebagai jajaran di bawahnya juga harus berlari. Banyak rencana yang perlu segera dibenahi dan dilaksanakan ke depan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Dia menjelaskan, fokus awal pimpinan FISIP-ADKOM adalah menyelesaikan pembenahan administrasi pada akhir semester tahun akademik 2025–2026, terutama yang berkaitan dengan kewajiban pelaporan.

“Yang pertama kami lakukan adalah pembenahan pelaporan, mulai dari pelaporan nilai mahasiswa hingga pelaporan Beban Kerja Dosen atau BKD yang harus diselesaikan pada akhir Januari,” jelasnya.

Selain itu, pimpinan fakultas juga diminta menyusun rencana strategis jangka pendek sebagai pijakan awal kepemimpinan baru.

“Ke depan kami diminta menyusun rencana strategis tiga bulan, diawali dengan penertiban administrasi, baik melalui surat kerja maupun administrasi akademik yang langsung bisa dijalankan,” katanya.

Dalam aspek akademik, FISIP-ADKOM saat ini mengelola pelaksanaan perkuliahan dengan berbagai skema kelas yang cukup beragam.

“Teknis perkuliahan kami memiliki empat bentuk kelas, yakni kelas reguler, kelas non-reguler atau Kelas Praktisi (KPT), kelas Kasongan, kelas Pulang Pisau, serta kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, total mahasiswa FISIP-ADKOM dari dua program studi, yakni Ilmu Komunikasi dan Ilmu Administrasi Publik, saat ini mencapai sekitar 1.600 orang, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan yang tertib dan terukur.

“Dengan jumlah mahasiswa yang besar, tentu tata kelola harus semakin rapi agar proses akademik berjalan optimal,” tambahnya.

Dia menegaskan, ke depan FISIP-ADKOM tidak hanya berorientasi pada jumlah lulusan, tetapi juga pada peningkatan kualitas akademik dan kompetensi mahasiswa.

“Harapannya, FISIP-ADKOM bisa berkembang lebih baik dan lebih maju, karena tugas kami bukan sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi memastikan kualitas lulusan benar-benar meningkat,” pungkasnya. (adr)