
PALANGKA RAYA – Pergantian struktural di Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) turut membawa perubahan pada kepemimpinan Program Studi Ilmu Komunikasi, yang kini kembali dipimpin oleh Dr. H. Junaidi, S.H., M.I.Kom., terhitung sejak pelantikan pada 17 Januari 2026.
Junaidi yang sebelumnya bertugas di bidang Kehumasan UMPR menyampaikan bahwa amanah tersebut menjadi tanggung jawab besar untuk membawa Program Studi Ilmu Komunikasi berkembang lebih baik dari sebelumnya.
“Alhamdulillah, saya kembali dipercaya menjadi Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi, setelah sebelumnya pernah menjabat dua periode sekitar 10 tahun lalu, namun tentu tantangannya berbeda karena pada 2026 ini tuntutan pengembangan prodi jauh lebih besar,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Dia menjelaskan bahwa fokus utama kepemimpinannya ke depan adalah pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi, baik dari sisi struktur keilmuan maupun konsentrasi yang ditawarkan kepada mahasiswa.
“Sudah saatnya Program Studi Ilmu Komunikasi berkembang, baik melalui penguatan konsentrasi seperti desain komunikasi visual maupun kemungkinan pengembangan vokasi lain yang relevan dengan bidang komunikasi,” jelasnya.
Selain pengembangan prodi, dia menargetkan peningkatan status akreditasi sebagai salah satu prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.
“Selama ini Ilmu Komunikasi sudah dua kali terakreditasi dan berada pada peringkat baik sekali, dan ke depan target kita adalah bagaimana program studi ini bisa menyusul program studi Administrasi Publik untuk mencapai akreditasi unggul,” ucapnya.
Menurutnya, pencapaian akreditasi unggul membutuhkan kerja keras dan persiapan yang matang, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia, kurikulum, serta tata kelola program studi.
“Untuk mencapai unggul itu tidak mudah, perlu kesiapan SDM, perencanaan yang terukur, dan kerja kolektif seluruh civitas akademika,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pengembangan Program Studi Ilmu Komunikasi harus berdampak langsung bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas lulusan.
“Harapan saya, Program Studi Ilmu Komunikasi tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan keterampilan, sehingga ilmunya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (adr)
